Komunikasi

21 12 2010

KOMUNIKASI

Oleh: Paulus Sukresno

 

KOMUNIKASI adalah pertukaran informasi antara dua pihak atau lebih, sehingga pihak-pihak yang berkomunikasi mengetahui informasi tersebut.

TUJUAN KOMUNIKASI

  • Memberikan informasi.
  • Menjelaskan hubungan antara informasi yang satu dengan yang lain (sebab akibat, alasan dan tujuan).
  • Menimbulkan niat untuk melaksanakan informasi
  • Membuat keputusan untuk melaksanakan niat tersebut.
  • Melaksanakan keputusan dalam tindakan nyata.

Komunikasi dalam memimpin berarti kemampuan untuk mempersuasi dalam rangka mencapai konsensus.

PROSES KOMUNIKASI

MACAM-MACAM KOMUNIKASI :

  • Searah – dua arah
  • Lisan – tertulis
  • Bahasa kata-kata – bahasa tubuh, isyarat, lambang
  • Resmi – tidak resmi
  • Langsung – tidak langsung

HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI :

  • Peran pendengar – pembicara, perlu terjadi bergantian. Mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan jelas dan ekonomis.
  • Pandangan terhadap orang yang diajak berkomunikasi dan kondisi diri pada waktu berkomunikasi .
  • Waktu dan tempat dilaksanakannya komunikasi.
  • Keterbukaan, kesediaan untuk memberikan informasi yang diketahui dan kesediaan untuk menerima informasi yang berasal dari pihak lain. Berpandangan jernih, tidak berprasangka.
  • Keselarasan arti lambang, kesepakatan tentang lambang yang dipergunakan dalam berkomunikasi. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah latar belakang pendidikan, budaya, agama dan status sosial ekonomi.
  • Keutuhan informasi dalam kaitan dengan macam-macam komunikasi yang digunakan.
  • Untuk setiap tujuan komunikasi perlu dipertimbangkan teknik komunikasi yang sesuai. Diperlukan kepekaan, latihan dan kreativitas untuk menentukan bentuk komunikasi yang paling tepat.

Penghayatan orang saat mengalami KOMUNIKASI SEARAH tanpa mendapat kesempatan untuk bertanya :

  • bingung, kesal, jengkel, tidak puas, “malas” memperhatikan instruksi, khawatir hasil kerja tidak sesuai dengan yang diharapkan

Penghayatan di atas membuat pihak pelaksana :

  • takut salah, ragu-ragu untuk bertindak, sehingga lebih banyak mengerjakan tugas berdasarkan imaginasi sendiri, disamping berusaha mencari informasi tambahan dari orang lain.
  • Lebih jauh lagi bahkan dapat mengurangi kesungguhan dalam melaksanakan tugas, sikap acuh-tak acuh, apatis, sampai ke lempar tanggung jawab.

Penghayatan orang saat mengalami KOMUNIKASI DUA ARAH :

  • senang, lebih percaya diri, tenang – ada kepastian

Penghayatan di atas mendorong pihak pelaksana untuk melakukan tugasnya dengan lebih bersemangat dan lebih sungguh-sungguh karena tanggung jawab ada di tangan pihak pelaksana.

Komunikasi searah cocok digunakan untuk kasus atau situasi sebagai berikut :

  • dalam menegakkan aturan atau memberi pengumuman
  • gawat darurat atau urgent

TIPS dalam menyampaikan rencana dan instruksi kerja :

  • kenali siapa (kualifikasi bawahan : kemampuan dan tingkat kematangan) yang akan melaksanakan rencana kerja atau instruksi kerja
  • gunakan bahasa dan istilah yang dimengerti oleh orang yang diberi instruksi
  • kombinasikan antara instruksi tertulis dan lisan, bila diperlukan gunakan alat peraga
  • sampaikan secara sistematis (bertahap), dari global ke detail
  • sampaikan secara jelas, jangan mengundang improvisasi
  • perhatikan kecepatan pemberian instruksi
  • tentukan target dan berikan umpan balik. Meskipun instruksi sudah jelas, tanpa adanya umpan balik tentang hasil kerja, tetap menimbulkan keraguan.

Di budaya Indonesia, untuk mengetahui apakah bawahan sudah mengetahui apa yang diinstruksikan atau belum, apakah instruksi tidak ditangkap berbeda, ATASAN PERLU MELAKUKAN CHECK AND RECHECK. Caranya dengan meminta bawahan mengungkapkan apa yang diinstruksikan dengan kata-katanya sendiri. Yang jelas untuk atasan, belum tentu jelas untuk bawahan.

TIPS DALAM MENEGUR BAWAHAN :

  • tidak dihadapan banyak orang, kecuali pada saat dalurat
  • segera setelah kejadian
  • gunakan prinsip terapi dokter. Pertimbangan perasaan yang berlebihan jika diberikan kepada orang yang tidak peka, akan menjadi bumerang untuk atasan. Atasan bisa dipersepsi tidak mempunyai wibawa







Rahasia Sexual Sapi Betina

30 01 2008

I. PENDAHULUAN          

Inseminasi Buatan (IB) telah dikembangkan dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Apabila dahulu Pemerintah Republik Indonesia menyebarkan bantuan pejantan unggul untuk melayani sapi-sapi betina rakyat melalui perkawinan alami, dewasa ini perkawinan dilayani dengan menggunakan teknik inseminasi buatan.

Pada awal dikenalkannya inseminasi buatan di Indonesia, pelayanan inseminasi buatan dilakukan dengan menggunakan semen/sperma cair. Sejak dekade 1970-an telah mulai dikenal inseminasi buatan di Indonesia dengan menggunakan semen beku. Semen beku tersebut didapat dari bantuan pemerintah Inggris dan Selandia Baru.         

Dewasa ini pemerintah telah mendirikan Balai Inseminasi Buatan di Lembang, Jawa Barat dan Singosari, Jawa Timur sebagai pusat produksi semen beku untuk memenuhi kebutuhan semen beku di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian penyebaran bibit sapi unggul dapat terus berkembang di negeri ini secara efisien melalui pelayanan inseminasi buatan. Agar pelayanan inseminasi buatan dapat berhasil dengan baik maka dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengetahui “rahasia sexual sapi betina”. Rahasia sexual yang akan dikemukakan di dalam tulisan ini meliputi pengertian berahi, deteksi berahi, tanda-tanda berahi, siklus berahi, dan waktu yang terbaik untuk melakukan inseminasi.

II. B E R A H I
A. Pengertian, Deteksi dan Tanda-tanda berahi.    
Pengertian.

Berahi ialah suatu periode yang ditandai dengan kelakuan kelamin seekor ternak betina dan penerimaan pejantan untuk kopulasi.Deteksi Berahi.Yang dimaksud dengan deteksi berahi adalah pengamatan terhadap tanda-tanda (gejala-gejala) berahi pada ternak. Cara-cara untuk mengamati tanda-tanda berahi perlu diajarkan kepada peternak, pemilik, atau penggembala. Hal ini dimaksudkan agar peternak dapat melaporkan kepada petugas inseminasi buatan (inseminator), sehingga pelaksanaan inseminasi buatan dapat tepat waktu. Deteksi berahi yang baik paling sedikit dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan petang hari. Deteksi berahi dapat menggunakan ternak betina yang sedang berahi atau menggunakan pejantan pengusik. Deteksi berahi terhadap sapi perah dapat langsung di dalam kandang, tetapi akan lebih baik apabila dilepaskan di lapangan atau halaman, dalam kelompok untuk diamati secara teliti. Demikian pula deteksi berahi pada sapi potong. Sapi yang diam sewaktu dinaiki oleh kawannya ialah sapi yang berahi. Demikian pula sapi betina yang mencoba menaiki kawannya ialah sapi yang sedang menjelang berahi. Gejala-gejala berahi yang lain seperti sapi tidak tenang dan nafsu makan menurun akan memperkuat penentuan berahi tersebut. Lebih-lebih lagi apabila terdapat catatan yang lengkap mengenai pengamatan berahi pada sapi betina yang diidentifikasi baik sebelum, selama, dan sesudah inseminasi pada periode berahi sebelumnya. Perkiraan waktu berahi berdasarkan kejadian berahi antara 16-24 hari terdahulu, akan membantu deteksi sapi betina yang berahi. Di lapangan, sering pula ditemukan peternak yang tidak sanggup melakukan deteksi berahi dengan cermat, atau bahkan ada yang malas melakukannya. Untuk mengatasi hal tersebut ternak betina perlu dilepaskan di lapangan bersama-sama dengan sapi betina lain, atau pejantan pengusik. Tindakan ini dapat menemukan sapi betina yang sedang berahi dengan baik. Dalam kelompok ternak yang makin besar maka deteksi berahi makin sulit dilakukan. Namun masih dapat diatasi dengan menggunakan sapi betina yang sedang berahi atau pejantan pengusik. Satu atau dua ekor sapi betina yang sedang berahi atau pejantan pengusik apabila dilepaskan di lapangan bersama dengan kawanan sapi betina lainnya akan dapat menemukan 5-6 ekor sapi betina dalam waktu singkat dengan tingkah laku berahinya.Apabila sapi berada di kandang, ekor dan pantat sapi betina diperiksa setiap hari pada pagi dan petang hari. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi pada vulvanya, atau tanda-tanda pengeluaran lendir berahi. Di kandang yang gelap dapat dipakai senter untuk membantu pengamatan. Deteksi yang cermat dan pelaporan pada waktu yang tepat untuk inseminasi akan mempertinggi angka kebuntingan dan memperpendek interval kelahiran. Program inseminasi buatan tidak mungkin dilaksanakan tanpa adanya deteksi berahi terlebih dahulu dan kalau dinilai secara ekonomis deteksi berahi yang baik mempunyai nilai yang cukup tinggi.Dalam banyak hal bisa terjadi berahi tenang atau berahi yang tidak begitu jelas, sehingga deteksi berahi menurut cara-cara sepintas menjadi sulit dilakukan. Keadaan ini cenderung terjadi pada ternak-ternak tua.Pada umumnya sapi-sapi dara sangat bertingkah dalam kelakuan kelaminnya. Namun demikian ada juga sapi dara yang tidak memper-lihatkan tanda-tanda berahinya meskipun dalam keadaan berahi. Oleh karena itu, catatan tentang siklus berahi terdahulu sangat dibutuhkan, dan interval berahi yang tidak teratur mungkin ada hubungannya dengan rendahnya kesuburan atau terjadinya kemajiran.

Tanda-tanda berahi.

Tanda-tanda berahi yang sering ditunjukkan oleh sapi betina a.l. :a. Kemaluan (vulva) membengkak, selaput lendir berwarna merah, dan apabila diraba dengan punggung tangan akan terasa hangat. Dari kemaluannya keluar lendir transparan. Di pedesaan di Jawa Tengah sering disebut 3A (Abuh, Abang, Anget). Sedang di Jawa Barat peternak menyebut 3B (Beureum, Bengkak, Basah).

b. Sapi betina yang sedang berahi suka melenguh dan gelisah. Di lapangan, sapi-sapi betina berahi suka berkelana untuk mencari pejantan. Peternak atau inseminator yang berpengalaman dapat mengenal lenguhan sapi berahi. Nada lenguhannya berbeda dengan lenguhan sapi yang tidak berahi, lenguhan sapi lapar atau lenguhan sapi ketakutan. Di pedesaan dikenal dengan istilah gemboran.

c. Nafsu makan menurun.d. Pupil mata berdilatasi sehingga mata kelihatan sayu.Terjadinya berahi pada ternak betina dimulai pada saat ternak mengalami pubertas. Pubertas atau dewasa kelamin adalah saat ternak betina atau jantan muda mulai menunjukkan aktivitas seksualnya. Pubertas pada ternak betina ditandai dengan dimulainya produksi sel telur yang dapat diovulasikan. Pada ternak sapi, pubertas dipengaruhi oleh faktor genetis ternak dan faktor luar seperti suhu, musim, dan kondisi pakan. Ternak sapi dengan level protein pakan yang tinggi akan mempunyai kecepatan tumbuh yang tinggi, biasanya mencapai pubertas lebih cepat apabila dibandingkan dengan sapi yang memperoleh pakan dengan level protein yang rendah.Pada sapi perah, pubertas rata-rata terjadi pada saat berat badan sapi mencapai 30-40% dari berat badan dewasa. Pada sapi potong, pubertas rata-rata terjadi pada saat berat badan sapi mencapai 45-55% dari berat dewasa.Menurut bangsanya, sapi betina mulai masuk masa pubertas pada umur :

· Sapi dari Bangsa Eropa antara 16-18 bulan.

· Sapi Brahman, Zebu antara 12-30 bulan. Timbulnya berahi pada sapi sesudah melahirkan juga bervariasi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas menyusui anak dan involusi uteri, disamping faktor pakan. Involusi uteri adalah proses kembalinya kondisi uterus ke keadaan normal sesudah sapi melahirkan. Rata-rata involusi uteri terjadi lebih kurang 40 hari sesudah melahirkan. Sapi yang menyusui seringkali tidak mengalami berahi. Tetapi satu minggu setelah anak sapi dipisahkan atau disapih, induk akan segera menunjukkan tanda-tanda berahi. Sapi bunting biasanya juga  tidak menunjukkan tanda-tanda berahi, meskipun 3,5% sapi bunting masih ada yang menunjukkan tanda-tanda berahi.

B. Siklus Berahi dan Waktu Terbaik Untuk Inseminasi.

     Siklus berahi.

Telah diketahui bahwa untuk dapat menghasilkan kebuntingan, maka inseminasi tidak dapat dilakukan pada sembarang waktu. Waktu yang terbaik untuk melakukan inseminasi berhubungan erat dengan siklus berahi yang terjadi pada ternak betina.Siklus berahi adalah interval antara timbulnya satu periode berahi ke permulaan periode berahi berikutnya. Pada keadaan normal, siklus berahi pada sapi berkisar antara 18-24 hari atau rata-rata 21 hari, dengan lama berahi antara 12-28 jam atau rata-rata 18 jam.Siklus berahi pada umumnya dibagi dalam 4 fase, yaitu : proestrus (lamanya 3 hari), estrus atau berahi (lamanya 18 jam), metestrus (lamanya 3-5 hari), dan diestrus (lamanya 13 hari). Selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 1.

       Ovulasi                                                                                                   Ovulasi  

 18 jam      3-5 hari                               13 hari                               3 hari     

        Estrus      Metestrus                            Diestrus                         Proestrus    Estrus

       
Gambar 1. Siklus Berahi  pada Ternak Sapi Betina

 Waktu Terbaik Untuk Inseminasi.     

Untuk mendapatkan induk yang baik dan anak yang sehat maka perkawinan pertama pada sapi dara baru boleh dilakukan pada saat sapi sudah mengalami dewasa tubuh, kira-kira pada berat antara 170-240 kg, disamping juga sudah mencapai dewasa kelamin.Pada sapi sehabis melahirkan, agar interval kelahiran tidak terlalu panjang (idealnya 360-365 hari) maka 60-90 hari sesudah melahirkan sebaiknya sapi diinseminasi. Apabila terlambat maka interval melahirkan akan menjadi panjang. Hal ini berarti efisiensi reproduksinya menjadi rendah.Waktu terbaik untuk inseminasi berdasarkan waktu berahi perlu diperhatikan agar diperoleh angka kebuntingan yang tinggi. Tidak sepanjang waktu berahi merupakan waktu terbaik untuk inseminasi. Waktu yang   terbaik  untuk   inseminasi   harus   diperhitungkan dengan waktu kapasitasi dan waktu ovulasi. Kapasitasi ialah suatu proses fisiologis yang dialami oleh spermatozoa di dalam saluran kelamin betina untuk mempunyai  kapasitas  atau  kesanggupan untuk membuahisel telur (konsepsi). Ovulasi didefinisikan sebagai pelepasan ovum dari follikel de Graaf. Rata-rata waktu ovulasi adalah segera setelah akhir berahi.         

Gambar 2. Pedoman Waktu Inseminasi pada Sapi

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, waktu terbaik untuk pelaksanaan inseminasi adalah mulai dari pertengahan berahi sampai 6 jam sesudah akhir berahi. Dalam praktek, waktu permulaan datangnya berahi tidak dapat ditentukan dengan pasti. Oleh karena itu perlu dipergunakan patokan seperti terlihat pada Tabel 1.

     Tabel 1.- Pedoman Waktu Pelaksanaan Inseminasi Buatan.

PERTAMA KALI TERLIHATBERAHI  HARUS DI-IB PADA  TERLAMBAT
 PAGISORE  HARI YANG SAMAHARI BERIKUTNYA(PAGI – SIANG)  HARI BERIKUTNYA BESOK SORENYA

Dari Tabel 1 dapat diuraikan bahwa  sapi betina yang terlihat pertama kali berahi pada pagi hari, harus diinseminasi pada hari itu juga. Apabila baru diinseminasi pada hari berikutnya berarti terlambat. Apabila sapi  mulai terlihat berahi pada sore hari sebaiknya diinseminasi pada hari besoknya pagi sampai siang. Kalau inseminasi baru dilakukan besok sorenya berarti terlambat.Sapi tidak perlu diinseminasi dua kali karena spermatozoa sapi jantan tahan hidup kira-kira antara 30 – 56 jam di dalam saluran kelamin sapi betina.  Apabila diperhitungkan dengan menggunakan pedoman lamanya berahi pada sapi betina, pedoman waktu inseminasi buatan pada sapi dapat dilihat pada Gambar 2. Pada umumnya lama berahi pada sapi betina berlangsung antara 18-19 jam dan ovulasi terjadi antara 10-15 jam sesudah akhir berahi. Oleh karena itu inseminasi buatan tidak boleh dilakukan kurang dari 4 jam sebelum ovulasi atau tidak boleh dilakukan melebihi 6 jam sesudah akhir berahi. Angka konsepsi akan lebih dari 50% apabila inseminasi buatan dilakukan lebih dari 24 jam sebelum ovulasi (sewaktu hewan dalam keadaan berahi) sampai 6 jam sesudah akhir berahi. Angka konsepsi pada sapi yang diinseminasi 10 jam sesudah permulaan berahi adalah sebesar 82%; pada 20 jam sesudah permulaan berahi sebesar 62%; dan pada 30 jam sesudah permulaan berahi sebesar 28%.

Data lain  (Rustanto, 2000) menunjukkan bahwa persentase kebuntingan pada sapi apabila inseminasi dilakukan pada saat-saat : permulaan berahi (Per.Br.) sebesar 44%, pertengahan berahi (Pert. Br.) 82%, akhir berahi   (Akh. Br.) 75%,  6  jam  sesudah   berahi  (6 j. S.Br.)  62,5%, 12 sesudah berahi (12 j. S.Br.) 32,5%, 18 jam sesudah berahi (18 j. S.Br.) 24%, 24 jam  sesudah  berahi   (24 j. S.Br.) 12%, 36 jam  sesudah   berahi  (36 j. S.Br.) 8% dan 48 jam sesudah berahi (48 j. S.Br)  0%. Perbandingan presentase kebuntingan berdasarkan waktu inseminasi dalam diagram batang terlihat pada Gambar 3.

 Gambar 3.- Diagram batang persentase kebuntingan   berdasar saat                   inseminasi (Rustanto, 2000).       

III. KESIMPULAN         

Rahasia sexual sapi betina yang perlu diketahui adalah :

·  Berahi. Sapi-sapi yang sedang berahi adalah sapi yang diam saat dinaiki temannya atau sapi betina yang suka menaiki temannya. Tanda-tanda luar yang nampak pada sapi betina yang sedang berahi berupa : vulva bengkak dan hangat; selaput lendir vulva berwarna merah dan mengeluarkan lendir transparan; nafsu makan turun; suka melenguh; gelisah; dan pupil mata berdilatasi sehingga mata terlihat sayu.

· Berahi pertama kali dimulai saat ternak betina mencapai pubertas.

· Rahasia sexual yang perlu diperhatikan antara lain :

ØPubertas 6-18 bulan (Sapi Eropa), 12-30 bulan (Brahman).

ØSiklus berahi berselang antara 18-23 hari (rata-rata 21 hari).

ØLama berahi berselang antara 12-28 jam  (rata-rata 18 jam).

ØOvulasi terjadi 15 jam sesudah akhir berahi.

ØWaktu terbaik untuk inseminasi adalah pertengahan sampai dengan akhir berahi.

ØWaktu terbaik untuk inseminasi pada sapi setelah melahirkan adalah 60-90 hari sesudah melahirkan.

Daftar Pustaka 

Hafes,  E. S. E.  1993. Reproduction   in   Farm   Animal.   Lea & Febriger,          Philadelphia.

Hardjosubroto, W. & J.M. Astuti. 1993. Buku Pintar Peternakan. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

 Keputusan Ketua Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) No. 280/IX/6/4/1996. Pedoman Penyusunan Kurikulum, G.B.P.P., dan Bahan Diklat Teknis dan Diklat Fungsional. LAN, Jakarta. 

Rustanto, Drh., MS. 2000. Katalog Pejantan Sapi Potong. Balai Inseminasi Buatan Lembang, Bandung. 

Salisbury, G.W. and L.N. van Demark . 1961. Physiology of Reproduction and Artificial Insemination of Cattle . Freeman & Co. San Fransisco and London.  

Sukresno, P. 2001. Inseminasi Buatan pada Sapi. Badan Penerbit Universitas Dipengoro, Semarang. 

——- 1999. Pengenalan Berahi, Pegangan Pelatih. Dinas Peternakan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah (tidak diterbitkan). 

Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa, Bandung. 

——- 1981. Inseminasi Buatan pada Ternak. Penerbit Angkasa., Bandung.  





kuis baru

30 01 2008

di bawah ini seperangkat pertanyaan untuk menguji kejelian dan wawasan anda

1. Bagaimana cara memasukkan Jerapah ke dalam lemari es ?

2. Bagaimana memasukkan Gajah ke dalam lemari es ?

3. Semua binatang diundang ke konferensi binatang-binatang. Semua datang, tapi ada yang masih dicari oleh raja binatang. Siapa yang tidak datang ?





Teknik Penulisan Instrumen Pengumpulan Data

30 01 2008
TIPE SKALA PENGUKURAN
Skala Likert

Skala Likert: skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tenga objek atau fenomena tertentu. Skala Likert memiliki 2 bentuk pernyataan, yaitu: pernyataan positif dan negatif.

Pernyataan positif diberi skor 5,4,3,2, dan 1; sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1,2,3,4 dan 5. Bentuk jawaban skala Likert terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

 Skala Guttman

       Skala Guttman yaitu skala yang menginginkan jawaban tegas seperti jawaban benar-salah, ya-tidak, pernah – tidak pernah. Untuk jawaban positif seperti setuju, benar, pernah dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negatif seperti tidak setuju, salah, tidak, tidak pernah, dan semacamnya diberi skor 0.

 Semantik Defferensial

Skala defferensial yaitu skala untuk mengukur sikap dan lainnya, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dalam satu garis kontinum. Sebagai contoh skala semantik defferensial mengukur gaya kepemimpinan seorang pimpinan (pimpinan).

Gaya Kepemimpinan

Demokrasi

7   6   5   4   3   2   1

Otoriter

Bertanggung     jawab

7   6   5   4   3   2   1

Tidak ber-tanggung jawab

Memberi Kepercayaan

7   6   5   4   3   2   1

Mendomi-nasi

Menghargai bawahan

7   6   5   4   3   2   1

Tidak menghargai         bawahan

Keputusan     diambil bersama

7   6   5   4   3   2   1

Keputusan diambil  sendiri

 Rating Scale

Dalam rating skale data kuantitatif ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam skala rating scale, responsden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang disediakan.

No. Item

Pernyataan

Interval Jawaban

1.

Keputusan diambil bersama

5   4   3    2    1

 Skala Thurstone

       Skala Thurstone merupakan skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap skor memiliki kunci skor dan jika diurut kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama.

Contoh skala model Thurstone:

Skala   1    2    3    4    5     6    7    8    9   10    11

Skala  11    10    9    8    7    6    5    4    3    2     1

 METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

No.
Jenis Metode
Jenis Instrumen
1.
Angket
a.    Angket (Questionare)

b.     Daftar Cocok (Checklist)

c.     Skala (Scala). 

2.
Wawancara
a.       Pedoman wawancara (interview guide)

b.        Daftar cocok (checklist)

3.
Pengamatan (obsevation)
a.    Lembar pengamatan

b.     Panduan Pengamatan

c.     Panduan Observasi

d.     Daftar Cocok

4.
Dokumentasi
a.    Daftar Cocok

b.     Tabel

lanjutannya disini





pelayanan prima

25 12 2007

LAGU PELAYANAN PRIMA –> 5.S
(diadaptasi dari lagu cocak rawa)

 

Senyum dan salammu jadi obat

Sapamu membuat akrab

Sopanmu semakin memikat

Santunmu bikin terpikat

 





Kuis How Clever You Are

28 09 2007

Di bawah ini ada 4 pertanyaan pokok dan sebuah pertanyaan bonus untuk mengukur seberapa kepintaran Anda.

Mau coba ? Ikuti ya ! Kalau sudah teruskan kepada kawan agar bikin frustasi yang masih bodoh/tolol

Pertanyaan pertama:

Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?

Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua!

Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,
tapi
jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK ?

Pertanyaan Kedua:
Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi…?
(gulung layar)

Jawaban: Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI…

 Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?

Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, ‘ kan?

 

Pertanyaan ketiga:
Hitung-hitungan yang pelik!
Catatan: kerjakan di pikiran anda saja.
JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah.

Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . !
Tambahkan
1000 lagi< U> . Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000
Sekarang tambahkan
10 . Berapa totalnya?

gulung layar…..

 sementara ini dulu ya





Hello world!

28 09 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!